Gelap

Nafsu Sang Ceo 6

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Nafsu Sang Ceo 6

. Matahari bersinar cukup terik hari ini.
Panasnya sinar matahari bahkan terasa begitu menyengat, membuat ubun-ubun terasa seperti terbakar.
Waktu menunjukkan hampir pukul dua belas siang saat Erick dan Serena akhirnya sampai di rumah.
Begitu selesai memarkir mobil jaguar hitamnya, Erick dan Serena langsung bertemu dengan Satya, ajudan sekaligus tangan kanan Erick Navarro yang begitu setia itu.
Satya sedang berdiri sendirian di depan rumah Erick, sambil terus berjalan bolak-balik di tempatnya.
Persis seperti orang yang lagi banyak pikiran.
Dahinya mengkerut, raut wajahnya dipenuhi rasa cemas dan panik di saat yang bersamaan.
Begitu melihat Erick dan Serena yang baru saja menginjakkan kakinya di halaman depan rumah gedongan itu, Satya langsung tertegun kaget.
Seolah-olah sepasang manusia yang sedang dilihatnya ini adalah hantu.
"Ada apa, Satya?" tanya Erick bingung.
"Itu .. Katherine sudah pulang, tuan," jawab Satya dengan raut wajahnya yang terlihat masih cemas itu.
Deg.
Dahi mulus Erick langsung mengkerut, "Bukannya kemarin kamu bilang kalau Katherine baru pulang lusa besok?" "Iya, tapi katanya penerbangannya lebih cepat sehari, tuan," jawab Satya.
Erick menghela napas sejenak, "Di mana dia sekarang?" "Sedang minum di ruang tamu.
" Begitu masuk, Erick mendapati Katherine sedang asik minum sendirian di ruang tamu rumahnya.
Dua botol wine yang isinya sudah habis diminum itu tergeletak di atas meja kaca besar, persis di depan sofa empuk yang sedang diduduki Katherine.
Tiga buah gelas kaca, yang entah bekas siapa saja itu, tergeletak tak beraturan di atas lantai.
Noda bekas wine yang tumpah dan abu bekas rokok menghiasi lantai marmer di sekitar tempat Katherine duduk.
Seketika, kepala Erick langsung berdenyut-denyut.
Katherine sudah sukses membuat ruang tamu rumah Erick terlihat begitu kacau dan berantakan.
Persis seperti kapal yang baru saja diterpa angin topan.
Begitu mendengar suara derap langkah kaki yang berjalan mendekatinya, Katherine langsung menoleh dan menunjukkan senyum lebarnya, "Hey, brother.
" Dahi mulus Erick tambah mengkerut.
Sepertinya Katherine sudah mabuk berat.
Matanya terlihat begitu sayu dan sudah memerah.
"Sejak kapan kamu sampai di sini?" tanya Erick sedikit ketus.
Katherine menoleh menatap jam tangan olivia burton yang menghiasi pergelangan tangan kirinya sejenak lalu kembali menunjukkan senyum anehnya, "Tiga jam yang lalu .." Erick menghela napas sejenak, mencoba mengumpulkan semua kesabaran yang masih tersisa dalam dirinya, lalu beranjak merapihkan botol wine dan gelas-gelas kaca yang tergeletak tak beraturan di samping Katherine.
Erick semakin mengerutkan dahi mulusnya begitu mencium aroma wine dan rokok yang sangat kuat di tubuh adik perempuan satu-satunya itu.
"Berapa banyak yang kamu minum?" tanya Erick kesal.
Katherine terdiam sejenak, tak menggubris pertanyaan Erick.
Kedua matanya langsung terpana pada Serena, yang masih terdiam membatu di tempatnya dengan tatapan begitu bingung.
Katherine memperhatikan Serena dari ujung kaki hingga ujung rambutnya dengan tatapan yang begitu serius, sebelum akhirnya tersenyum nakal dan sedikit meremehkan.
"Nggak banyak kok ..," jawab Katherine yang sorot kedua matanya masih tak berhenti memandangi Serena.
"Shit, berapa banyak cowok sih yang kamu undang ke sini? Fuck, Katherine, aku kan sudah bilang kalau mau pesta, cari tempat sendiri sana!" bentak Erick yang sudah merasa kesal setengah mati.
Oh seandainya saja adiknya ini laki-laki, Erick pasti sudah menghadiahi wajahnya yang mulus itu dengan sebuah bogeman yang amat keras.

Sumber:Internet