Gelap

Nenekku Pahlawanku 21 14

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Nenekku Pahlawanku 21 14

. ***Hanya perasaanku saja atau bagaimana, tangisan Tante Ima seperti angin berlalu.
Aku menghitung ada sekitar 50 detik Tante Ima meneteskan air mata, dan sekarang malah tertawa cekikikan bersama Nenek.
Duduk bercengkrama di atas kursi bambu sambil merokok berdua.
"Hahahahaha.
Jadi Umi dibuat mancur-mancur pertama kali cuma pake mulut sama jarinya di Kobe?" seloroh Tante Ima dengan tawa mengejeknya.
Dilanjutkan menghisap rokok susah payah karena sudut bibirnya sobek.
"Iya.
Umi juga ndak percaya kalau Umi justru mendapatkan kepuasan terbaik sama cucu sendiri.
Sensasinya ndak bisa dibayangkan pokoknya, Im.
Hahaha.
" Nenek menyahut dengan pandangan sipit karena matanya masih bengkak.
Aku geleng kepala.
Sungguh menjengkelkan.
Mereka ini tak bisa ditebak.
Baru saja bertengkar sampai berdarah-darah, sekarang justru nampak akrab seperti ibu dan anak kebanyakan.
Kendati dijadikan bahan rumpi, aku tetap santai seperti biasa.
Mencoba untuk menganggap hal ini sebuah kewajaran.
"Pas tahu Kobe punya bakat di ranjang kayak Abah, Umi putuskan untuk mengakhiri hubungan sama Adam kemarin, ya, kan?" Nenek berceloteh dengan gaya bicaranya yang seperti ABG.
"Terus, Adam terima gitu aja?""Endak.
Adam malah minta jatah terakhir buat perpisahan.
""Umi kasih?""Iya.
Umi kasih.
Kasih hujatan.
"HAHAHAHAHAHA!Ledakan tawa keduanya membahana ke seantaro pekarangan belakang rumah.
Disusul semilir angin pagi yang sejuk pedesaan, baik Nenek mau pun Tante Ima bercakap-cakap soal peranjangan.
Yang sesekali mereka melirikku.
Lirikan nakal bin cabul.
"Ngomong-ngomong, maaf kalau Ima salah bicara dan membentak Umi.
" Tante Ima berkata sungkan.
Sebab, beberapa menit yang lalu, setelah pikirannya tenang, Nenek menjelaskan dengan gayanya yang keibuan dan suka heboh sendiri jikalau menyampaikan segala sesuatu berbau seksual.
"Ndak usah dipikirkan lagi.
Tadi Umi emosi.
Habisnya mulutmu ndak pakai rem kalau ngomong.
" Nenek menjawab enteng.
Tante Ima mengangguk sambil tersenyum.
Pun Nenek yang balas tersenyum menenangkan.
Keduanya kembali cair dalam obrolan yang membahas maksud kedatangan Tante Ima ke rumah.
Bahwasanya, Tante Ima mengutarakan tujuannya ke mari untuk menyapaku karena sudah lama sekali tak bertemu.
Tante Ima juga mengatakan jika ia bisa masuk ke dalam rumah karena kaget pintu rumah tidak dikunci.
Mana Tante Ima terkejut saat mendengar suara Nenek yang merintih, mendesah, di kamar.
Setahu Tante Ima, Nenek tak pernah mengundang seorang lelaki untuk bermain gila.
Apalagi di rumah ada Kakek.
Maka dari itu, Tante Ima yang bisa dibilang tidak bodoh-bodoh amat, segera tahu bila ada dua kemungkinan.
Nenek masturbasi.
Atau Nenek bercinta denganku.
Dari dua kemungkinan itu, yang terakhirlah jawaban dalam benak Tante Ima.
"Ima tahu kalau selama ini Umi punya hubungan dengan lelaki lain.
Lebih dari satu.
Tapi Ima memilih diam.
Kenapa? Soalnya Ima juga tahu Abah sudah mengkhianati cinta Umi dengan menghamili janda gatel itu," pungkas Tante Ima, sembari menekankan kata 'janda gatel'.
Ada nada gemas ingin menghantamkan dongkrak di sana.
Nenek tercekat.
Matanya terbelalak.
Untuk beberapa saat, Nenek termangu dalam lamunan dan rasa bersalah.
Di detik berikutnya, Nenek berdeham, "Kamu marah sama Umi, Nduk?"Anggukan mantap Tante Ima berikan.
"Pasti.
Cuma Ima ndak mau menyalahkan Umi sepenuhnya.
Selagi Umi melakukannya tanpa paksaan, Ima ndak mau ikut campur urusan Umi.
Apapun itu.
"
Sumber:Internet