Gelap

Nenekku Pahlawanku 21 9

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Nenekku Pahlawanku 21 9

. ***Antara sadar atau tidak sadar jaraknya begitu tipis.
Setipis imanku yang tanpa pikir panjang memasuki lubang dosa bernama persetubuhan tabu.
Sedarah.
Hubungan tak biasa bersama seorang wanita yang telah melahirkan lima orang anak, kalau anak terakhirnya yang sudah dipanggil Sang Pencipta ikut dihitung.
Yang mana, salah satu anak dari wanita itu adalah ibuku sendiri.
Ini gila.
Semakin gila saat lamunanku terkontaminasi bayang-bayang erotis bersama Nenek.
Membayangkan dari awal bagaimana pelepasan perdana statusku sebagai seorang perjaka.
Masih tak menyangka semuanya berlalu begitu cepat.
Kuraba si Palu Gatot yang tahu-tahu sudah terbangun mendahuluiku.
Kubelai dan mencoba merasakan, apakah ada perubahan yang terjadi dengannya sebelum dan sesudah menembus liang senggama seorang wanita.
"Gak usah pegang-pegang, Kapten Celeng!" sentakan kasar si Palu Gatot membuatku kaget.
"Asu.
Nggagetin aja kamu makhluk jadi-jadian.
""Jangan ngomong sama aku.
Aku lagi mengobati rasa kecewaku kepadamu, cucu gendeng.
""Lho, kenapa?""Aku tuh merasa malu sama temen-temen seperjuanganku.
Pengalaman pertama mereka rata-rata sama pasangan yang muda-muda.
Lah, kamu? Malah sama nenekmu sendiri.
Mana ngecrot cepet pula.
Dasar lelaki lemah!""Gimana, sih? Kan kamu yang keluar-masuk di dalam sana.
Kok nyalahin aku? Kekuatanmu aja yang perlu dipertanyakan.
Aku juga hampir malu tadi.
Untung aja nenek juga ikut muncrat.
Kalau enggak? Bisa dianggap cucu gagal aku.
Bajingan kamu, Tot.
""Lemah teriak lemah.
Gini nih kalau pacaran cuma ketawa-ketiwi tapi nggak ngewe.
Mending kamu pacaran aja sana monyet.
""Asu, lah.
Omonganmu kok tambah nggatheli gini, Tot?""Gatot gitu, lho! Kenapa? Gak terima? Mau adu mekanik, kah?""Oke.
Kita coba lagi.
""Bangsat! Bercanda aku, Kapten! Woi! Kapten Gendeng!"Tak kuhiraukan celotehan si Palu Gatot.
Tanpa celana dalam, segera aku membungkus diriku dengan sarung.
Membiarkan kontolku menonjol besar ke depan.
Aku keluar kamar.
Mencari Nenek.
Yang kebetulan Nenek baru saja keluar dari kamar depan, kamarnya Kakek.
Kami saling berpandangan.
Terhenyak kaget.
"Ancene cucu kucluk.
Gak isok ta lek gak getgeti Nenek? Tuman.
" (Dasar cucu sinting.
Tidak bisakah kalau tidak menggageti Nenek? Kebiasaan.
) Nenek mulai mengomel.
Seperti biasa.
Aku menatap Nenek kikuk.
Ia menegurku seakan sebelumnya tak pernah terjadi apa-apa.
Begitu santai, cuek, dan gila.
Sungguh, tak ada ucapan selain membuat hati dongkol dari bibir tebalnya.
"Iya, iya, Nek.
Mohon maaf aku ucapkan.
" Mencoba ikut gila, aku menjawabnya bergurau.
"Kamu mau ke mana, Le?""Mau nyari Nenek.
""Ngapain nyari Nenek?"Bingung juga aku menjawabnya.
Wajah Nenek sedatar ubin lantai.
Mau to the point pun terdengar tak pantas untuk sekaliber anak muda kepada orang tua.
"Ehm ... aku laper, Nek.
" Akhirmya aku menemukan sebuah jawaban aman.
"Ya udah.
Ayo makan.
Kamu tadi tidurnya nyenyak banget.
Nenek jadi ndak tega mau bangunin ngajak sarapan bareng.
" Nenek berjalan lebih dulu.
Hanya menggenakan jarik putih mangkak yang simpulnya diikat di tengah dada, cara jalan Nenek agak berbeda jika kuperhatikan secara seksama.
Seperti pinguin, kurasa.

Sumber:Internet