Gelap

Obat Kesuburan Dari Ibu Mertua 2

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Obat Kesuburan Dari Ibu Mertua 2

. "Mana obat yang diberikan dokter?" Ibu mertua langsung memeriksa bungkusan yang dibawa pulang menantunya.
Saat itu Dian yang tampak kelelahan langsung saja menyerahkan tanpa berpikir akan hal-hal aneh.
Ia kemudian berjalan menuju dapur dan mengambilkan segelas air untuk suaminya.
Begitu kembali ke ruang tengah ia sudah tidak lagi mendapati ibu mertuanya di ruang itu.
"Ini Mas, air putihnya.
" "Makasih, Sayang.
" "Mama mana, Mas?" "Kayaknya ke kamar.
" "Obat Dian tadi ada sama Mama.
" "Coba kamu minta, mungkin Mama lupa balikin.
" Dengan perasaan khawatir Dian segera ke kamar ibu mertuanya.
Obat itu adalah salah satu caranya agar bisa hamil, dia teramat takut jika obat tersebut hilang.
Belum lagi harga yang harus dikeluarkan untuk mendapatkannya, Dian merasa sangat bertanggung jawab pada obat tersebut.
Ia mengetuk kamar tidur ibu mertua yang terkunci.
"Ma ...." "Sebentar Dian.
" Tak lama pintu kamar langsung terbuka.
Terlihat ibu mertuanya baru saja mengelap tangan.
"Maaf ya, Mama tadi buru-buru ke kamar mandi.
Ini obatmu.
Itu minum yang teratur, jangan ada yang tersisa.
" Dian melihat kembali isi di dalam plastik.
Semua masih lengkap.
"Obat subur dari Mama, gimana?" "Udah kamu berhentikan dulu aja.
Mudah-mudahan dengan minum obat ini, kamu bisa langsung hamil.
Ingat Dian, Mama pengen cepat punya cucu.
Jika kamu tidak juga bisa memberikan apa yang Mama inginkan dalam waktu dekat ini, akan ada konsekuensi yang kamu dapat.
" Diani tertunduk dan mengangguk.
Ia tahu apa maksud konsekuensi yang dibicarakan sang mama.
Tapi sungguh, Dian takkan bisa menerima jika dirinya dimadu dengan wanita lain.
Dirinya yakin, pasti bisa hamil.
Bukankah ini baru setahun, bahkan ada yang lebih lama menanti buah hati.
Dengan kesabaran disertai usaha pasti Allah akan memberi jawaban.
Tapi bagaimana dengan kondisinya? Ibu mertua terlihat tak sabaran.
Bagaimana jika setelah mengkonsumsi obat ini, dirinya masih tak kunjung hamil.
Ya Allah ... Diani merahup wajah penuh harap.
* Malam menjelang, iapun bermaksud hendak meneguk obat pemberian dokter.
Tangannya cekatan membuka plastik berisi obat, tapi sangat terhenyak saat melihat sebuah plastik putih kecil berisi obat berwarna putih dan berbentuk bulat.
Seingat Dian dokter memang ada memberikan obat berwarna putih tapi bentuknya sedikit lebih besar.
Dia hilangkan tanya dalam benak dan tetap mengkonsumsi obat tersebut.
Dengan niat besar, semoga selepas meminumnya, kehamilan adalah keajaiban pertama yang ia dapatkan.
Tak berapa lama, sang suami memasuki kamar.
"Lagi ngapain, Sayang?" "Baru aja selesai minum obat, Mas.
" Erlang berjalan mendekat, lalu dia mengecup kening sang istri.
"Terus semangat.
Pasti bisa.
" Diani mengangguk.
Jemari sang suami mengusap pipi.
"Bagaimana kalau malam ini kita langsung mencoba?" Diani tersenyum menyambut sentuhan sang suami.

Sumber:Internet