. Tidak apa, yang sabar.
Karena semua butuh proses.
Semoga setelah mengkonsumsi yang kedua ini, Ibu juga Pak Erlang bisa langsung dikaruniai buah hati.
" "Aamiinn, terima kasih doanya, Dok.
" "Oya, saya tambah satu jenis vitamin lagi, ya," ucap dokter kandungan itu seraya menulis kembali di atas kertas resep.
"Terima kasih Dok, kalau begitu kami langsung pamit.
" "Baik.
Hati-hati di jalan.
" Erlang menggandeng tangan sang istri lalu mereka keluar dari ruang pemeriksaan.
Setelah mengantri beberapa waktu di ruang pengambilan obat.
Akhirnya mereka keluar dari klinik tersebut.
Sampai di mobil, Dian segera memeriksa obat-obatan yang diberikan.
Dia sungguh terhenyak saat tahu memang ada satu obat yang ditukar oleh ibu mertua.
Sudah kuduga, ini dia obat yang ditukar.
Bentuknya memang bulat tapi lebih besar.
Hati Dian semakin bergemuruh.
Dia sangat menyesali tindakan yang sudah dilakukan ibu mertuanya.
Bersyukur Allah segera membuka mata dengan mempertemukan Khalida.
Jika tidak, sampai kiamatpun dia tidak akan hamil selama masih terus mengkonsumsi obat KB itu.
Dan yang lebih buruk lagi, Dian yakin dengan status mandul yang dia sandang itu.
Pasti sang ibu dengan mudah meminta agar dirinya mau dimadu.
Dengan siapa lagi jika bukan dengan Maira.
Alhamdulillah ... Diantara segenap kecewa, dia tak lupa mengucap tahmid.
Tanda syukur telah Allah beri kemudahan dan membuka semua rahasia ini.
"Kita langsung balik ke rumah ya, Yank?" Dian mengangguk.
Kebenaran yang telah terungkap menyebabkan sedikit nyawanya kehilangan semangat.
Dia butuh istirahat untuk mengembalikan semangat itu.
* Pagi yang cerah, Dian telah mempersiapkan sarapan.
Tadi dia sempat melihat Maira di rumah ini, sepertinya larut malam gadis itu baru pulang.
Tak hanya dia seorang, Silvia dan anaknya juga ikut pulang.
Sepertinya ibu mertua hanya dijaga Juli seorang.
Dian kembali ke kamar setelah membereskan meja makan.
Dia membuka pintu dan melihat suaminya sudah selesai berpakaian.
Sang istri segera mendekat.
Dian memakaikan jas ke badan sang suami lalu mengambil parfum dan menyemprotkan di pakaian lelaki itu.
Sebuah kecupan pun mendarat di bibir.
Sumber:Internet