. Aku tak punya banyak waktu untuk memikirkannya.
Baru saja sejenak kami masuk ke dalam rumah, sudah terdengar bel pintu depan berbunyi.
Untunglah kami sudah mempersiapkan semua keperluan pesta sebelum keluar dinner tadi.
Susan bergegas menuju pintu depan, roknya terlihat terayun naik turun.
Kuperhatikan kemudian kalau dibalik rok pendeknya tersebut dia memakai celana dalam berwarna hitam berenda yang sangat seksi.
Pintu terbuka dan masuklah seorang perempuan cantik sedikit lebih tinggi dari Susan, berambut lurus panjang, memakai blouse berkancing dan jeans yang ketat.
Sewaktu dia melihat Susan dia langsung memekik dan keduanya langsung saling berpelukan.
Susan menoleh ke arahku dan berkata, "Sayang, ini Maggie! Kita teman sekamar semasa kuliah dulu!"Kuulurkan tangan dan menyapa Maggie, kurasa kalau Susan ingin bermain sedikit nakal dan liar dengan wanita seperti ini, aku sama sekali tak merasa keberatan.
Beberapa jam berikutnya, lebih banyak orang lagi yang datang, semuanya sekitar tiga puluhan, pria dan wanita seimbang banyaknya dan semua terlihat menarik.
Susan menyambut mereka semua dengan jeritan dan pelukan hangat, sejujurnya terlalu hangat bagiku.
Ada satu orang meremas pantatnya saat isteriku tengah memberinya pelukan selamat datang.
Dia menjerit lagi dan memukul bahu pria yang meremas pantatnya tadi.
Lalu dia menoleh ke arahku dan berkata, "Sayang, ini Richard.
Richard, kenalkan ini suamiku, John!""Bagaimana kabarmu?" sapa Richard dengan tersenyum lebar seraya mengulurkan tangannya untuk menjabat tanganku.
Dia sama sekali tidak terlihat jengah mengetahui kalau aku telah memergokinya meremas pantat isteriku dan sepertinya dia merasa hal itu tak ada bedanya dengan sebuah pelukan biasa saja.
Aku merasa agak tercengang, tapi aku berusaha untuk menjaga perasaanku dan menyambut uluran tangannya dengan tersenyum.
Aku lihat hal tersebut bukan masalah besar bagi dia dan tak seharusnya aku terlalu memikirkannya juga.
Setelah beberapa jenak, pesta sudah mulai sangat meriah.
Kusibukkan diri dengan sering pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan hanya berlalu lalang dikeramaian karena semua teman lama isteriku ini tak ada yang kukenal sebelumnya.
Aku mencoba untuk berbaur dengan mereka, bercanda dengan Maggie dan beberapa teman Susan yang lain, tapi tetap saja aku merasa sangat canggung di tengah keriuahan pesta ulang tahun isteriku sendiri ini.
Adakalanya aku perhatikan beberapa pria terlihat menggoda, bahkan mereka menyentuh tubuh Susan.
Dan bahkan salah seorang pria yang bernama Tim memegang dan sekaligus meremas salah satu payudara isteriku.
Aku sedang berada agak jauh dari mereka saat kejadian tersebut terjadi dan tak tahu apa yang menjadi penyebabnya, tapi Susan dan beberapa teman wanitanya hanya menanggapinya dengan tertawa dan bahkan kemudian Susan membalasnya dengan meremas selangkangan Tim!Kejadian seperti itu terjadi di sana sini, membuatku merasa cemburu dan juga horny.
Belum pernah kulihat pria dengan terang-terangan menggoda dan bahkan menyentuh tubuh isteriku.
Dan aku sendiri merasa terkejut dengan besarnya rangsangan birahi yang kudapat saat menyaksikan itu semua.
Aku merasa seharusnya aku mendatangi mereka dan mengatakan sesuatu, mungkin seharusnya aku merangkul mesra isteriku agar semua yang ada di sini tahu kalau Susan adalah isteriku, tapi aku sendiri merasa terkejut karena aku tak melakukan tindakan apapun.
Sumber:Internet