. Setelah beberapa jam berlalu, semua orang tampak sudah minum banyak dan mereka terlihat sudah mulai lepas kendali.
Pada obrolanku dengan teman Susan, aku mengetahui kalau hampir semua wanita dan pria dalam grup ini pernah berhubungan seks satu sama lain setidaknya satu kali, termasuk Susan.
Belumpernah kudengar hal ini sebelumnya dan aku merasa sedikit shock saat mengetahui bahwa Susan pernah berhubungan seks dengan pria-pria ini.
Semua orang dalam grup ini begitu akrab satu sama lainnya.
Ketika aku berjalan keluar dari dapur, kudengar seseorang berteriak, "Strip rules!" Semua orang tertawa dan berteriak riuh, tapi tak seorangpun yang melakukan sesuatu.
Aku merasa bingung, tapi ada seorang pria yang mengatakan padaku saat dia berjalan menuju ke dapur, kalau selama pesta saat kuliah, grup ini memang punya aturan "strip rules" tadi, dimana ada sebuah aturan yang dibuat dan jika ada seseorang yang melanggarnya harus melepaskan satu pakaian yang mereka kenakan.
Kelihatannya beberapa menit tadi ada seseorang yang mengatakan sangat membosankan rasanya terlalu banyak orang yang berkata "suka" dan dari situ dengan cepat bergulirlah bahwa jangan mengucapkan kata "suka" adalah salah satu. dari aturan tersebut.
Belum beberapa lama pria tadi menjelaskan hal itu padaku, terdengar teriakan riuh dari ruang keluarga.
Aku mendekat dan salah satu teman Susan yang bernama Emily tengah menghentakkan kakinya ke lantai dengan raut wajah kesal.
Semua orang mulai berteriak, bahkan para wanitanya juga "Lepas! Lepas!".
Emily mulai melepaskan sepatu yang dia pakai, yang langsung diikuti dengan tepuk tangan dan gerutuan.
Beberapa menit berikutnya kudengar teriakan lagi dan kali ini saat aku menengok, kulihat Susan berdiri di tengah lingkaran.
Dia tertawa dan menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya,lalu melepaskan sepatunya juga.
Selang tiga puluh menit berikutnya, semakin banyak orang yang dapat hukuman untuk melepaskan apa yang mereka pakai.
Kupikir berat untuk tak mengucapkan kata "suka", tapi ada beberapa orang yang kelihatannya sengaja mengucapkannya, seakan memang meraka ingin melepas apa yang mereka kenakan.
Emily mengucapkan kata larangan lagi dan kini dia melepaskan bajunya hingga bra berenda warna ungu yang membungkus dadanya sekarang terpampang bebas.
Beberapa orang pria berakhir dengan telanjang dada, termasuk Richard, yang memiliki bentuk tubuh kekar atletis.
Susan memandangi tubuhnya beberapa lama begitu dia bertelanjang dada, yang membuatku merasa tak nyaman.
Aku semakin merasa tak nyaman saat kudengar Susan mengucapkan kata larangan tersebut hampir sesaat setelah Richard melepaskan bajunya tadi.
Dan saat mata semua orang tertuju padanya, tangannya menyelinap ke dalam baju dan melepaskan pengait bra yang dia pakai.
Dia melepaskannya dengan tanpa membuka baju yang dia pakai, kemudian menyodorkannya pada Richard dengan tertawa riang.
Richard menerimanya dan berpura-pura seakan sedang mencumbu bra tersebut, lalu melemparkannya ke samping begitu saja.
Sekarang Susan sudah tak memakai bra, dapat kulihat bagaimana terangsangnya dia.
Putingnya tercetak jelas, menonjol keluar dari balik tank-topnya yang sangat ketat.
Setiap kali dia melangkah, membuat payudaranya berguncang dan kala dia berjalan berkeliling, dia dapatkan perhatian dari para pria yang dia lalui.
Beberapa waktu kemudian, lebih banyak lagi wanita yang tinggal bra saja sebagai penutup tubuh atas mereka.
Satu dari mereka, Melissa, bahkan kini hanya mengenakan bra dan celana dalam saja.
Kebanyakan para prianya bertelanjang dada dan dua atau tiga diantaranya bahkan hanya boxer saja yang tersisa.
Aku masih berpakaian utuh, itu karena aku hampir sama sekali tak bicara dan itu adalah sebuah sisi baiknya.
Tetapi yang ada diselangkanganku sekarang sudah sekeras batu menyaksikan para pria memandangi isteri cantikku dengan payudaranya yang terayun menggoda.
Aku yakin mereka tengah membayangkan seperti apakah kedua daging kenyal tersebut dibalik tank-topnya.
Namun kemudian keadaan mulai berubah, beberapa pria itu sudah tak lagi hanya puas dengan bayangan imajinasi mereka.
Saat aku tengah menatap Melissa dengan pakaian dalamnya, dari sudut mataku kutangkap sosok Tim yang bergerak ke belakang Susan.
Dia sedang berdiri di depan grup yang besar, tengah asik bercerita dan dia sama sekali tak menyadari kehadiran Tim.
Tim tiba-tiba muncul begitu saja tepat di belakangnya dan langsung mencengkeram tepian tank-topnya, lalu dengan cepat menariknya ke atas hingga sebatas leher.
Payudaranya yang penuh dengan puting nan besar langsung melompat berguncang ke hadapan semua mata yang ada di depannya dan langsung disambut oleh teriakan riuh mereka.
Susan pura-pura marah dan segera menurunkan tank-topnya, menepiskan tangan Tim lalu kemudian meneruskan kembali ceritanya seakan tak terjadi apa-apa.
Aku merasa cemburu tapi sekaligus terangsang.
Semua yang berada dalam ruangan itu telah melihat payudara isteriku dan dia terlihat tak merisaukannya sama sekali.
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan, hingga aku hanya berdiri saja di tempatku, menyaksikan semua tingkah laku mereka.
Tim berjalan menjauh dan tangannya diangkat untuk melakukan toas dengan sekelompok pria, lalu pergi mendekati Maggie dan mulai menggodanya.
Setelah beberapa menit berlalu, Susan bejalan mendekatiku.
Terlihat jelas dia sudah mabuk, mukanya merah dan jalannya agak sempoyongan.
"Oh, sayang, kamu tidak jealous, kan?" tanyanya.
"Mereka kan sudah pernah melihat sebelumnya.
Dulu kami sering melakukan permainan yang seperti tadi.
""It's okay, itu membuatku horny," jawabku, sejujurnya tak yakin apakah yang aku katakan ini bohong atau tidak.
"Go have fun.
"Senyumannya semakin lebar dan dia menciumku begitu dalam.
"I love you!" bisiknya, lalu melenggang pergi untuk bergabung kembali dengan teman-tamannya.
Sumber:Internet