. Tak berapa lama kemudian Susan kembali berdansa dengan Maggie.
Sekarang, hampir seluruh wanita hanya memakai pakaian dalamnya saja dan beberapa dari mereka juga bertelanjang dada seperti isteriku.
Maggie sekarang hanya pakai celana dalam saja.
Semua pria sudah hanya memakai boxer saja dan kesemuanya memperlihatkan ereksi mereka yang sama sekali tak bisa ditutup-tutupi.
Kurasa kalian tak bisa menyalahkan mereka, karena mereka dikelililingi para wanita yang hanya berpakaian dalam dan bahkan bertelanjang dada saja.
Tapi hampir semua perhatian tertuju pada isteriku yang setengah telanjang, menari dengan begitu gembira, menggoyangkan payudaranya dan terkadang juga sedikit mempertontonkan pantat dan vaginanya.
Aku mulai perhatikan kalau beberapa orang sudah mendapatkan pasangannya masing-masing.
Jumlah orang di ruang utama sudah jauh berkurang dari sebelumnya, yang berarti mungkin saja mereka tengah bersetubuh di ruangan yang lainnya.
Bahkan di ruang keluarga, ada beberapa yang tampak sedang asik masyuk bercumbu di sudut ruangan.
Pesta ini tengah berada di ambang perubahan pada sebuah pesta seks.
Isteriku juga tak membantu semua orang agar lebih 'reda'.
Dia dan Maggie menari dengan begitu merangsang, menggoyangkan pinggul mereka hingga menyedot semua perhatian para pria.
Payudara telanjang mereka, terpampang bebas dihadapan mata semua orang, terayun, terguncang oleh setiap liukan tubuh keduanya.
Dua orang pria, Tim dan Mark, kembali bergabung dengan keduanya.
Kali ini sudah tak ada lagi batasan sama sekali.
Kedua pria itu bergerak merapat erat pada mereka yang terus asik mengobrol dan tertawa.
Kusaksikan tangan Tim bergerak ke balik rok Susan.
Segera saja Susan menoleh dengan raut wajah terkejut, tapi kemudian Tim membisikkan sesuatu di telinganya dan isteriku tersenyum, memutar matanya dan kembali menghadap ke arah Maggie.
Tim mulai menggerayangi payudara Susan yang kini mulai menggesekkan pantatnya pada selangkangan Tim.
Susan membungkuk ke depan dan berbisik di telinga Maggie.
Maggie terlihat tercekat dan memandang ke bawah pada rok Susan dan kemudian disusul suara tawa panjangnya.
Aku tak tahu apa yang terjadi di sana, tapi kemudian tangan Maggie menjulur ke bawah untuk meraih ujung rok Susan dan mengangkatnya naik.
Batang penis Tim tertancap dalam vagina Susan – dia menyetubuhinya saat keduanya berdansa rapat.
Susan dan Maggie mulai tertawa lagi dan Maggie kemudian menyandarkan tubuhnya pada Mark di belakangnya dan membisikkan sesuatu di telinga Mark seraya masih saling bergoyang rapat seirama alunan lagu.
Mark menyeringai dan mengangguk, kemudian tangannya bergerak ke bawah untuk menyingkap celana dalam Maggie ke samping, memperlihatkan vaginanya yang berambut lebat.
Dia selipkan ujung penisnya ke dalam Maggie, yang segera saja mendesah dan membalas sodokan Mark dengan mendorongkan pantatnya ke belakang.
Mereka mulai bersetubuh tepat di hadapan Susan dan Tim.
Kelihatannya mereka sedang berlomba untuk melihat siapa diantara kedua pria itu yang mampu bertahan lebih lama.
Susan dan Maggie terlihat begitu bersemangat menyetubuhi masing-masing pria pasangannya dan dari tempatku berdiri keduanya saling melemparkan ejekan diantara dentuman suara musik yang keras.
Aku hanya menyaksikan, tanpa perasaan, saat isteriku tengah disetubuhi dari arah belakang.
Beberapa menit berselang, tubuh Tim mengejang dan mulai mengocok dengan cepat dan keras.
Tiba tiba saja dia mengumpat dan mulai meremas payudara Susan dengan kasar dan beberapa saat berikutnya dia menarik tubuhnya menjauh dari Susan.
Batang penisnya berkilat basah dan sekarang sudah lemas usai keluar di dalam isteriku.
Susan mengangkat kedua tangannya mengisyaratkan kemenangan yang dia raih, lalu dia dan Mark saling melakukan toas.
Maggie mengerang, tapi meskipun perlombaan mereka telah selesai dia tetap membiarkan Mark terus menyetubuhinya.
Susan berjalan menjauh dan agar pikiranku tak tertuju padanya, aku terus saja menyaksikan Maggie yang sedang disetubuhi oleh Mark.
Tak lama kemudian, tubuh Mark juga mulai mengejang dan tampaknya dia sudah menyemburkan cairan kenikmatannya di dalam vagina Maggie.
Mark mencabut batang penisnya keluar hingga membuat spermanya mulai meleleh keluar ke celana dalam Maggie.
Maggie memberikan toas padanya dan kemudian Mark memasukkan batang penis basahnya ke dalam boxernya kembali dan berjalan menjauh.
Aku tak mampu mempercayainya.
Aku tak dibesarkan dalam didikan dengan cara pandang seks adalah sesuatu yang biasa saja, tapi baru saja isteriku dengan teman-temannya saling bersetubuh sebagai bagian dari sebuah perlombaan.
Kenapa aku tak mengetahui kalau isteriku bisa bertingkah laku seperti itu dalam berpesta?Aku merasa seperti mau muntah, segera saja aku bergegas menuju kamar mandi.
Kucoba untuk mengeluarkan apa yang bergolak dalam dada dan perutku, tapi tetap saja tak ada apapun yang keluar dan akhirnya setelah merasa lebih baikan, aku keluar dari kamar mandi dan kembali ke pesta.
Sumber:Internet