. Setelah apa yang kurasakan tanpa akhir, mulai kudengar suara mobil yang menjauhi rumahku dan sekitar setengah jam kemudian Susan masuk ke dalam kamar.
Dia masih tetap bertelanjang bulat dan langsung melangkah menuju ke kamar mandi di dalam kamar tidur kami untuk membersihkan tubuhnya.
Dan beberapa lama kemudian dia masuk ke dalam kamar, lalu merebahkan tubuhnya di sampingku.
Dia tahu kalau aku masih terjaga, jadi akupun tak perlu terus berpura-pura.
"Thank you so much, sudah mengijinkanku bersenang-senang dengan teman-temanku malam ini, sayang.
Aku tahu kalau kamu tak begitu suka ramainya pesta dan aku sangat bahagia kamu tak marah padaku," ucapnya.
"Ada yang terjadi lagi setelah aku pergi?" tanyaku, merasa tak yakin ingin mendengar apa yang terjadi.
"Tak banyak.
Kami hanya bercanda dan bersenang-senang.
" Dia terdiam untuk beberapa lama.
Lalu dia meraih batang penisku dan mulai membelainya dari balik boxerku.
"Kamu masih ingat taruhan yang aku lakukan dengan beberapa teman priaku tadi? Well, beberapa orang membicarakannya setelah kamu pergi dan Richard mengeluh bahwa dia sudah menang tapi sama sekali tak mendapatkan hadiah.
Dia ingin memasukkan penisnya ke vaginaku lagi.
Kubilang tidak pada awalnya, tapi dia terus berusaha merayuku, makanya setelah beberapa saat, akhirnya aku menyerah dan membiarkan dia melakukannya.
""Kamu – kamu biarkan dia melakukannya?" tanyaku.
"Well, dia sudah melakukannya sebelumnya dan juga memang dia kan yang menang, jadi kupikir aku akan memberikan hadiahnya dengan membiarkannya menyetubuhiku sekali lagi.
Jadi aku duduk di pangkuannya dan dia masukkan penis besarnya ke dalam vaginaku lagi.
Dia hanya mengocoknya beberapa saat dan langsung ejakulasi di dalamku dan lalu aku langsung berdiri.
Itu cuma sebentar saja kok sayang dan juga kami hanya main-main saja.
Seharusnya kamu melihatnya sayang, itu akan sangat membuatmu sangat horny.
""Apa itu saja yang terjadi?" kejarku.
Dia keluarkan penisku dari dalam boxer dan mulai mengocoknya pelan.
"Well, beberapa teman priaku menonton kami dan mereka bilang tak adil kalau hanya Richard saja yang boleh menikmati aku.
Lalu akhirnya beberapa dari mereka melakukannya juga denganku.
""Berapa – berapa banyak pria lagi?""Well, tidak banyak juga.
Hanya beberapa dari mereka yang terlalu horny dan itu semua juga cuma main-main saja.
"Dia mulai mengocok dengan cepat dan keras.
Aku merasa marah terhadapnya, tapi juga begitu horny hingga aku tak ingin dia berhenti.
Maka aku hanya diam saja.
"Brian terus menerus merajuk, mengatakan kalau sudah lama dia tak mendapat seks dan setelah dia melihatku dengan Richard, dia terus membuntutiku dan terus menerus mencubiti pantatku.
Aku pergi ke dapur dan dia berhasil memojokkan aku ke dinding dan dia tetap terus memohon padaku.
Aku jadi merasa terganggu karena ulahnya, jadi kubilang saja pada dia untuk melakukannya.
Dia langsung mendorongku bersandar pada meja dapur dan langsung menyodokkan barangnya ke dalam vaginaku dari belakang.
Cuma berlangsung beberapa menit saja dan aku berhasil memaksanya untuk mencabut penisnya sebelum dia keluar di dalamku.
""Lalu berikutnya, saat aku sedang bersandar pada meja bar di ruang keluarga, mengobrol dengan Marry, tiba-tiba Craig muncul di belakangku.
Aku tak begitu mempedulikannya, dan dia sepertinya bisa menyelipkan penisnya begitu saja ke dalam vaginaku.
"Matanya mulai terlihat berbinar dengan pandangan seakan melayang jauh tinggi.
"Oh, sayang, penisnya begitu besar.
Bahkan jauh lebih besar dari miliknya Richard.
Dia juga membelai dan meremasi dadaku dan rasanya begitu nikmat.
Aku tak mau dia berhenti, aku tak ingin dia cuma bertahan sebentar saja, jadi kemudian dia menyetubuhiku dengan keras untuk beberapa saat lebih lama.
Kemudian dia keluar di dalamku, aku membiarkannya.
Itulah akhirnya dan kemudian kami berdua kembali bergabung dengan yang lainnya kembali.
""Oh, dan berikutnya Mark dan aku bercanda tentang dia yang sedang mencari sebuah 'rumah' yang bagus untuk penisnya dan dia yang sedang 'belanja' untuk memilih seorang wanita.
Dia sudah menyetubuhi Maggie dan Melissa sebelumnya dan dia bilang kalau seharusnya aku juga menyediakan 'rumah yang terbuka' untuknya.
Jadi akhirnya aku biarkan saja dia masukkan penisnya ke dalam vaginaku, hanya bercanda saja.
Bahkan dia sama sekali tidak memompanya, itu cuma main-main saja, jadi itu tak masuk hitungan, benar kan sayang?""Kurasa tidak," jawabku lirih.
"Seharusnya kamu tidak pergi tidur begitu cepat, sayang," dia merajuk.
"Aku tadi memberimu pertunjukan yang spesial.
Semua orang melihatku telanjang dan mereka memegang dada dan mencubit pantatku juga.
Kamu suka melihat itu, kan sayang? Bukankah kamu suka melihat mereka meraba dan menyetubuhi aku dan juga menumpahkan spermanya di dalam vaginaku?"Itu hal terakhir yang mampu aku terima.
Aku ejakulasi, lebih hebat dari semua yang pernah aku alami sebelumnya.
Tapi segera saja aku merasa menyesalinya, karena itu menjadikanku seolah menikmati isteriku disetubuhi dengan bebasnya oleh sekumpulan pria, yang sebenarnya itu semua membuatku marah.
Tapi bahkan setelah berejakulasi, aku hanya terdiam kembali.
"Aku rasa, kamu memang menyukainya," gumamnya.
Dia membalikkan tubuh dan menarik selimutnya menutupi tubuhnya.
"Selamat malam, sayang.
"Aku terbaring di atas ranjang untuk berapa lamanya, aku tak tahu, menatap langit-langit dan membayangkan gerangan apakah yang telah kusaksikan semuanya ini.
Sumber:Internet