×
Bantuan tetapan main balik
Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.
Untuk pengguna Android dan OS lain
Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.
Untuk pengguna iOS
Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara
Untuk pengguna PC MacOS
Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.
Untuk pengguna Windows
Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll
Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.
Rahsia Kita Berdua
.
Cerita Lucah. . Ini adalah peristiwa benar yang saya alami ketika saya tinggal di. Indonesia.
Ketika itu aku baru berumur 12 tahun, sebagai anak tunggal.
Sewaktu orang tuaku sedang pergi keluar negeri.
Teman baik ibuku, Tante
Ina, yang berumur 26 tahun, diminta oleh orang tuaku untuk tinggal
dirumah menjagaiku.
Karena suaminya harus keluar kota, Tante Ina akan
menginap dirumahku sendirian.
Tante Ina badannya agak tinggi, rambutnya
dipotong pendek sebahu, kulitnya putih bersih, wajahnya ayu, pakain dan
gayanya seksi.
Tentu saja saya sangat setuju sekali untuk ditemani oleh
Tante Ina.
Biasanya, jika ada kesempatan aku suka melancap.
Tapi
belum pernah sampai keluar, waktu itu aku masih belum mengerti apa2,
hanya karena rasanya enak.
Mengambil kesempatan rumah lagi kosong dan
Tante Ina juga belum datang.
Setelah pulang sekolah, aku ke kamar
tidurku sendirian memijit2 kemaluan ku sambil menghayalkan tubuh Tante. Ina yang seksi.
Kubayangkan seperti yang pernah ku lihat di majalah
porno dari teman2 ku disekolah.
Selagi asyiknya bermain sendirian tanpa
ku sedari Tante Ina sudah tiba dirumahku dan tiba2 membuka pintu kamar. ku yang lupa ku kunci.
Dia sedikit tercengang waktu melihat ku
berbaring diatas ranjang telanjang bulat, sambil memegang kemaluan ku
yang berdiri.
Aduh malunya setengah mati, kerana kena tangkap basah.
Segera ku tutupi kemaluan ku dengan bantal, wajahku putih pucat.
Melihat
ku ketakutan, Tante Ina hanya tersenyum dan berkata "Eh, kamu sudah
pulang sekolah J.
D.
, Tante juga baru saja datang".
Aku tidak berani
menjawabnya.
"Tidak usah takut dan malu sama Tante, itu hal biasa untuk
anak2 mainin burung nya sendiri" ujarnya.
Aku tetap tidak berani
berkutik dari tempat tidur karena sangat malu.
Tante Ina lalu menambah,
"Kamu terusin saja mainnya, Tante hanya mau membersihkan kamar kamu
saja, kok".
"Tidak apa2kan kalau Tante turut melihat permainanmu",
sembari melirik menggoda, dia kembali berkata "Kalau kamu mau, Tante
bisa tulungin kamu, Tante mengerti kok dengan permainanmu J.
D.
",
tambahnya sembari mendekatiku.
"Tapi kamu tidak boleh bilang siapa2 yah,
ini akan menjadi rahasia kita berdua saja".
Aku tetap tidak dapat
menjawab apa2, hanya mengangguk kecil walaupun aku tidak begitu mengerti
apa maksudnya.
Tante Ina pergi kekamar mandi mengambil Baby Oil
dan segera kembali ke kamarku.
Lalu dia berlutut dihadapan ku.
Bantalku
diangkat perlahan2, dan saking takutnya kemaluan ku segera mengecil dan
segera ku tutupi dengan kedua telapak tangan ku.
"Kemari dong, kasih
Tante lihat permainanmu, Tante janji akan ber-hati2 deh", katanya
sembari membujukku.
Tangan ku dibuka dan mata Tante Ina mulai turun
kebawah kearah selangkanganku dan memperhatikan kemaluan ku yang. mengecil dengan teliti.
Dengan per-lahan2 dia memegang kemaluan ku
dengan kedua jarinya dan menuruni kepalanya, dengan tangan yang satu
lagi dia meneteskan Baby Oil itu dikelapa kemaluan ku, senyumnya tidak
pernah melepaskan wajahnya yang cantik.
"Tante pakein ini supaya rada
licin, kamu pasti suka deh" katanya sembari mengedipkan sebelah matanya.
Malunya setengah mati, belum ada orang yang pernah melihat
kemaluan ku, apa lagi memegangnya.
Hatiku berdebar dengan kencang dan
wajahku merah karena malu.
Tapi sentuhan tangannya terasa halus dan
hangat.
"Jangan takut J.
D.
, kamu rebahan saja", ujarnya membujuk ku.
Setelah sedikit tenang mendengar suaranya yang halus dan memastikan, aku
mulai dapat menikmati elusan tangannya yang lembut.
Tangannya sangat
mahir memainkan kemaluanku, setiap sentuhannya membuat kemaluan ku
bergetar dengan kenikmatan dan jauh lebih enak dari sentuhan tanganku. sendiri.
"Lihat itu sudah mulai membesar kembali", kemudian Tante Ina
melumuri Baby Oil itu keseluruh batang kemaluan ku yang mulai menegang. dan kedua bijinya.
Kemudian Tante Ina mulai mengocokin kemaluan ku
digenggamannya perlahan2 sambil membuka lebar kedua pahaku dan mengusapi. biji ku yang mulai panas membara.
Kemaluan ku terasa kencang
sekali, berdiri tegak seenaknya dihadapan muka Tante Ina yang cantik.
Perlahan Tante Ina mendekati mukanya kearah selangkangan ku, seperti
sedang mempelajarinya.
Terasa napasnya yang hangat berhembus dipaha dan
dibijiku dengan halus.
Aku hampir tidak bisa percaya, Tante Ina yang
baru saja ku khayalkan, sekarang sedang berjongkok diantara
selangkanganku.
Setelah kira2 lima menit kemudian, aku tidak
dapat menahan rasa geli dari godaan jari2 tangannya.
Pinggulku tidak
bisa berdiam tenang saja diranjang dan mulai mengikuti setiap irama. kocokan tangan Tante Ina yang licin dan berminyak.
Belum pernah aku
merasa seperti begitu, semua kenikmatan duniawi ini seperti berpusat
tepat di-tengah2 selangkanganku.
Mendadak Tante Ina kembali berkata "
Ini pasti kamu sudah hampir keluar, dari pada nanti kotorin ranjang
Tante hisap saja yah".
Aku tidak mengerti apa yang dia maksud.
Dengan
tiba2 Tante Ina mengeluarkan lidahnya dan menjilat kepala kemaluan ku. lalu menyusupinya perlahan kedalam mulutnya.
Hampir saja aku
melompat dari atas ranjang.
Karena bingung dan kaget, aku tidak tahu
harus membikin apa, kecuali menekan pantatku keras kedalam ranjang.
Tangannya segera disusupkan kebawah pinggulku dan mengangkatnya dengan. perlahan dari atas ranjang.
Kemaluanku terangkat tinggi seperti hendak
diperagakan dihadapan mukanya.
Kembali lidahnya menjilat kepala kemaluan
ku dengan halus, sambil me-nyedot kedalam mulutnya.
Bibirnya merah
merekah tampak sangat seksi menutupi seluruh kemaluan ku.
Mulut dan
lidahnya terasa sangat hangat dan basah.
Lidahnya dipermainkan dengan
sangat mahir.
Matanya tetap memandang mataku seperti untuk meyakinkanku.
Tangannya kembali menggenggam kedua bijiku.
Kepalanya tampak turun naik
disepanjang kemaluan ku, aku berasa geli setengah mati.
Ini jauh lebih
nikmat daripada memakai tangannya.
Sekali2 Tante Ina juga
menghisap kedua bijiku bergantian dengan gigitan2 kecil.
Dan perlahan
turun kebawah menjilat lubang pantatku dan membuat lingkaran kecil. dengan ujung lidahnya yang terasa sangat liar dan hangat.
Aku hanya
dapat berpegangan erat kebantal ku, sembari mencoba menahan rintihanku.
Kudekap mukaku dengan bantal, setiap sedotan kurasa seperti yang aku
hendak menjerit.
Napasku tidak dapat diatur lagi, pinggulku menegang,
kepalaku mulai pening dari kenikmatan yang berkonsentrasi tepat diantara. selangkanganku.
Mendadak kurasa kemaluan ku seperti akan meledak.
Karena rasa takut dan panik, kutarik pinggulku kebelakang.
Dengan
seketika, kemaluan ku seperti mempunyai hidup sendiri, berdenyut dan
menyemprot cairan putih yang lengket dan hangat kemuka dan kerambut. Tante Ina.
Seluruh badanku bergetar dari kenikmatan yang tidak
pernah kualami sebelumnya.
Aku tidak sanggup untuk menahan kejadian ini.
Aku merasa telah berbuat sesuatu kesalahan yang sangat besar.
Dengan
napas yang ter-engah2, aku meminta maaf kepada Tante Ina atas kejadian
tersebut dan tidak berani untuk menatap wajahnya.
Tetapi Tante Ina hanya
tersenyum lebar, dan berkata "Tidak apa2 kok, ini memang harus begini",
kembali dia menjilati cairan lengket itu yang mulai meleleh dari ujung. bibirnya dan kembali menjilati semua sisa cairan itu dari kemaluan ku. sehingga bersih.
"Tante suka kok, rasanya sedap", tambahnya.
Dengan
penuh pengertian Tante Ina menerangkan bahwa cairan itu adalah air mani. dan itu wajar untuk dikeluarkan sekali2.
Kemudian dengan penuh
kehalusan dia membersihkanku dengan handuk kecil basah dan mencium ku. dengan lembut dikeningku.
Setelah semuanya mulai mereda, dengan
malu2 aku bertanya "Apakah perempuan juga melakukan hal seperti ini?".
Tante Ina menjawab "Yah, kadang2 kita orang perempuan juga melakukan
itu, tapi caranya agak berbeza".
Dan Tante Ina berkata yang kalau aku
mau, dia dapat menunjukkannya.
Tentu saja aku bilang yang aku mau
menyaksikannya.
Jari2 tangan Tante Ina yang lentik dengan perlahan
mulai membuka kancing2 bajunya, memperagakan tubuhnya yang putih.
Waktu
kutangnya dibuka buah dadanya melejit keluar dan tampak besar membusung. dibandingkan dengan perutnya yang mengecil ramping.
Kedua buah dadanya
bergelayutan dan bergoyang dengan indah.
Dengan halus Tante Ina memegang
kedua tanganku dan meletakannya diatas buah dadanya.
Rasanya empuk,
kejal dan halus sekali, ujungnya agak keras.
Putingnya warna coklat tua
dan agak besar.
Tante Ina memintaku untuk menyentuhnya.
Karena belum ada
pengalaman apa2, aku pencet2 saja dengan kasar.
Tante Ina kembali
tersenyum dan mengajariku untuk mengelusnya per-lahan2.
Putingnya agak
sensitif, jadi kita harus lebih perlahan disana, katanya.
Tanganku mulai
me-raba2 tubuh Tante Ina yang putih bersih itu.
Kulitnya terasa sangat
halus dan panas membara dibawah telapak tanganku.
Napasnya memburu
setiap kusentuh bagian yang tertentu.
Aku mulai mempelajari tempat2 yang
disukainya.
Tidak lama kemudian Tante Ina memintaku untuk
menciumi tubuhnya.
Ketika aku mulai menghisap dan menjilat kedua buah
dadanya, putingnya terasa mengeras didalam mulutku.
Napasnya semakin
men-deru2, membuat buah dadanya turun naik bergoyang dengan irama.
Lidahku mulai menjilati seluruh buah dadanya sampai keduanya berkilat. dengan air liurku Mukanya tampak gemilang dengan penuh gairah.
Bibirnya
yang merah merekah digigit seperti sedang menahan sakit.
Roknya yang
seksi dan ketat mulai tersibak dan kedua lututnya mulai melebar. perlahan.
Pahanya yang putih seperti susu mulai terbuka menantang dengan
gairah dihadapanku.
Tante Ina tidak berhenti mengelus2 dan memeluki
tubuhku yang masih telanjang dengan kencang.
Tangannya menuntun kepalaku
kebawah kearah perutnya.
Semakin kebawah ciumanku, semakin terbuka
kedua pahanya, roknya tergulung keatas.
Aku mulai dapat melihat pangkal
paha atasnya dan terlihat sedikit bulu yang hitam halus mengintip dari. celah celana dalamnya.
Mataku tidak dapat melepaskan pemandangan yang
sangat indah itu.
Kemudian Tante Ina berdiri tegak dihadapanku
dengan perlahan Tante Ina mulai membuka kancing roknya satu persatu dan. membiarkan roknya terjatuh dilantai.
Tante Ina berdiri dihadapanku
seperti seorang putri khayalan dengan hanya memakai celana dalamnya yang. putih, kecil, tipis dan sexy.
Tangannya ditaruh dipingulnya yang putih
dan tampak serasi dengan kedua buah dadanya diperagakannya dihadapanku.
Pantatnya yang hanya sedikit tertutup dengan celana dalam seksi itu. bercuat menungging kebelakang.
Tidak kusangka yang seorang wanita dapat
terlihat begitu indah dan menggiurkan.
Aku sangat terpesona memandang
wajah dan keindahan tubuhnya yang bercahaya dan penuh gairah.
Tante
Ina menerangkan yang bagian tubuh bawahnya juga harus dimainkan.
Sambil
merebahkan dirinya diranjangku, Tante Ina memintaku untuk menikmati
bahagiannya yang terlarang.
Aku mulai me-raba2 pahanya yang putih dan
celana dalamnya yang agak demak dan bernoda.
Pertama2 tanganku agak
bergemetar, basah dari keringat dingin, tetapi melihat Tante Ina
sungguh2 menikmati semua perbuatanku dan matanya juga mulai menutup. sayu, napasnya semakin mengencang.
Aku semakin berani dan lancang
merabanya.
Kadang2 jariku kususupkan kedalam celana dalamnya menyentuh
bulunya yang lembut.
Celana dalamnya semakin membasah, noda dibawah
celana dalamnya semakin membesar.
Pingulnya terangkat tinggi dari atas
ranjang.
Kedua pahanya semakin melebar dan kemaluannya tercetak jelas
dari celana dalam nya yang sangat tipis itu.
Setelah beberapa
lama, Tante Ina dengan merintih memintaku untuk membuka celana dalamnya.
Pinggulnya diangkat sedikit supaya aku dapat menurunkan celana dalamnya. kebawah.
Tante Ina berbaring diatas ranjang tanpa sehelai benangpun
yang menutupi tubuhnya.
Disitu untuk pertama kali aku dapat menyaksikan
kemaluan seorang wanita dari jarak yang dekat dan bukan hanya dari. majalah.
Bulu2 diatas kemaluannya itu tampak hitam lembut, tumbuh dengan
halus dan rapi dicukur, sekitar kemaluannya telah dicukur hingga bersih
membuat lekuk kemaluannya tampak dari depan.
Tante Ina membuka
selangkangannya dengan lebar dan menyodorkan kewanitaannya kepadaku. tanpa sedikit rasa malu.
Sembari bangkit duduk ditepi ranjang, Tante Ina
memintaku untuk berjongkok diantara kedua pahanya untuk memperhatikan. vagina nya dari jarak dekat.
Dengan penuh gairah kedua jarinya
mengungkap bibir kemaluannya yang rada tebal dan ke-hitam2an dan. memperagakan kepadaku lubang vagina nya yang basah dan berwarna merah. muda.
Dengan nada yang ramah, Tante Ina menggunakan jari
tangannya sendiri dengan halus, menerangkan kepadaku satu persatu
seluruh bagian tubuh bawahnya.
Tempat2 dan cara2nya untuk menyenangkan
seorang wanita.
Kemudian Tante Ina mulai menggunakan jari tangan ku
untuk di-raba2kan kebagian tubuh bawahnya.
Rasanya sangat hangat,
lengket dan basah.
Klitorisnya semakin membesar ketika aku menyentuhnya.
Aroma dari vaginanya mulai memenuhi udara dikamarku, aromanya
menyenangkan dan berbau bersih.
Dari dalam lubang vaginanya per-lahan2
keluar cairan lengket berwarna putih dan kental dan mulai melumuri semua. permukaan lubang vagina nya.
Mengingat apa yang dia sudah lakukan
dengan air maniku, aku kembali bertanya "Boleh ngga saya mencicipi air
mani Tante?" Tante Ina hanya mengangguk kecil dan tersenyum.
Perlahan
aku mulai menjilati pahanya yang putih dan sekitar lubang vagina Tante. Ina yang merah dan lembut.
Cairan nya mulai mengalir keluar dengan deras
keselangkangannya.
Lidahku menangkap tetesan itu dan mengikuti aliran
cairan itu sampai balik keasal lubangnya.
Rasanya rada keasinan dengan
berbau sangat khas, tidak seperti kata orang2, Tante Ina cairan sangat
bersih dan tidak berbau amis.
Begitu pertama aku mencicipi alat kelamin
Tante Ina, aku tahu yang aku dapat menjilatinya terus2an, karena aku
sangat menyukai rasanya.
Tante Ina mendadak menjerit kecil ketika
lidahku menyentuh klitorisnya.
Aku tersentak takut karena mungkin aku
telah membuatnya sakit.
Tetapi Tante Ina kembali menjelaskan bahwa itu
hal biasa kalau seseorang mengerang waktu merasa enak.
Semakin
lama, aku semakin berani untuk menjilati dan menghisapi semua lubang
vagina dan klitoris nya.
Pinggulnya diangkat naik tinggi.
Tangannya
tidak berhenti memeras buah dadanya sendiri, cengkramannya semakin
menguat.
Napasnya sudah tidak beraturan lagi.
Kepalanya terbanting
kekanan dan kekiri.
Pinggul dan pahanya kadang2 mengejang kuat, berputar
dengan liar.
Kepalaku terkadang tergoncang keras oleh dorongan dari
kedua pahanya.
Tangannya mulai menjambak rambutku dan menekan kepalaku
erat kearah selangkangannya.
Dari bibirnya yang mungil itu keluar desah
dan rintihan memanggil namaku, seperti irama ditelingaku.
Keringatnya
mulai keluar dari setiap pori2 tubuhnya membuat kulitnya tampak. bergemilang dibawah cahaya lampu.
Matanya sudah tidak memandangku lagi,
tapi tertutup rapat oleh bulu mata yang panjang dan lentik.
Sembari
merintih Tante Ina memintaku untuk me-nyodok2kan lidahku kedalam lubang. vaginanya dan mempercepat iramaku.
Seluruh mukaku basah tertutup oleh
cairan yang bergairah itu.
Kemudian Tante Ina memintaku untuk
berbalik supaya dia juga dapat menghisap kemaluan ku bersamaan.
Setelah
melumuri kedua buah dadanya yang busung itu dengan Baby Oil, Tante Ina
meng-gosok2kan dan menghimpit kemaluan ku yang sudah keras kembali. diantara buah dadanya, dan menghisapinya bergantian.
Kemudian Tante Ina
memintaku untuk lebih berkonsentrasi di klitorisnya dan menyarankanku. untuk memasuki jariku kelubang vaginanya.
Dengan penuh gairah aku
pertama kalinya merasakan bahwa kelamin wanita itu dapat berasa begitu. panas dan basah.
Otot vaginanya yang terlatih terasa berdekup memijiti
jari tanganku perlahan.
Bibir dan lubang vaginanya tampak merekah,
berkilat dan semakin memerah.
Klitorisnya bercahaya dan membesar seperti
ingin meledak.
Setelah tidak beberapa lama, Tante Ina memintaku untuk
memasuki satu jariku kedalam lubang pantatnya yang ketat.
Dengan
bersamaan waktu, Tante Ina juga masuki satu jarinya pula kedalam lubang
pantatku.
Tangannya dipercepat mengocok kemaluan ku.
Pahanya mendekap
kepalaku dengan keras.
Pinggulnya mengejang keras.
Terasa dilidahku
urat2 sekitar dinding vaginanya berkontraksi keras ketika dia keluar.
Aku menjerit keras ber-sama2 Tante Ina sembari memeluknya dengan erat,
kita berdua keluar hampir bersamaan.
Kali ini Tante Ina menghisap habis
semua air maniku dan terus menghisapi kemaluan ku sampai kering.
Setelah
itu kita berbaring telanjang terengah mengambil napas.
Badannya yang
berkeringat dan melemah, terasa sangat hangat memeluki tubuh ku dari
belakang, tangannya tetap menghangati dan mengenggam kemaluanku yang
mengecil.
Aroma dari yang baru saja kita lakukan masih tetap memenuhi
udara kamarku.
Wajahnya tampak gemilang bercahaya menunjukan kepuasan,
senyumnya kembali menghiasi wajahnya yang terlihat lelah.
Lalu kita
jatuh tertidur berduaan dengan angin yang sejuk meniup dari jendela yang. terbuka.
Setelah bangun tidur, kita mandi bersama.
Waktu berpakaian
Tante Ina menciumku dibibir dengan lembut dan berjanji yang nanti malam. dia akan mengajari bagaimana caranya bila kejantananku dimasuki kedalam. kewanitaannya.
Sejak hari itu, selama satu minggu penuh, setiap
malam aku tidur dikamar tamu bersama Tante Ina dan mendapat pelajaran. yang baru setiap malam.
Tetapi setelah kejadian itu, kita tidak pernah
mendapat kesempatan kembali untuk melanjutkan hubungan kami.
Hanya ada
peristiwa sekali, waktu orangtuaku mengadakan pesta dirumah, Tante Ina
datang bersama suaminya.
Didapur, waktu tidak ada orang lain yang
melihat, Tante Ina menciumku dipipi sembari meraba kemaluan ku,
tersenyum dan berbisik "Jangan lupa dengan rahasia kita J.
D.
".
Dua bulan
kemudian Tante Ina pindah ke kota lain bersama suaminya.
Sampai hari
ini aku tidak akan dapat melupakan satu minggu yang terbaik itu didalam. sejarah hidupku.
Dan aku merasa sangat beruntung untuk mendapat
seseorang yang dapat mengajariku bersetubuh dengan cara yang sangat. sabar, sangat berprofesional dan semanis Tante Ina.
. . .
Sumber:Internet