. Hari ini aku dirumah saja, karena kebijakan psbb ditempat kerjaku beberapa karyawan termasuk aku diwajibkan bekerja dari rumah alias WFH, istriku sudah berangkat dari pagi tadi karena selain sebagai tenaga kesehatan dia juga sebagai relawan covid-19 yang mengharuskan dia selalu berangkat pagi dan pulang malam.
Pagi ini aku sengaja untuk menghabiskan waktu bersepeda, sebenernya aku rutin sekali bersepeda tapi berhubung memasuki musim penghujan kegiatan bersepeda ku tak seaktif hari hari biasanya, aku bersepeda mengelilingi perkampungan sekitar kompleks dan sekalian kusempatkan mencari sarapan, istriku Devi bukanlah tipe istri yang suka didapur ketika sibuk seperti hari ini dia hanya membuatkan aku secangkir kopi, aku bersarapan nasi pecel tepat didepan pintu kompleks, didepan kompleksku dibilang cukup enak karena langsung berhadapan dengan minimarket, ATM, dan kalau dipagi dan sore hari banyak pedagang kaki lima disini, jadi tak perlu repot repot kalau hanya untuk sekedar sarapan siap saji.
Ketika aku pulang dari bersepeda, kulihat rumah disamping rumahku sudah datang penghuninya, itu terlihat dari sibuknya orang orang yang berlalu lalang memasukkan beberapa furniture kedalam rumah itu, aku yang sudah terburu buru untuk segera mengikuti webinar dari tempat kerja tak begitu memperhatikan aktifitas mereka.
Sesampainya dirumah aku langsung mandi dan segera menyelesaikan pekerjaanku, meskipun semua serba daring aku mendapat deadline menyelesaikan laporan dari tugas tugasku Minggu ini jam 9 pagi, dan dari jam 9 sampai jam 12 ada webinar yang harus aku ikuti.
Selang beberapa jam semua urusan pekerjaanku selesai, terlihat langit mendung cukup gelap menandakan sebentar lagi akan turun hujan lebat, kututup semua jendela, pintu dan gordyn dirumah, lalu kulanjutkan aktifitas magerku dengan menonton cuplikan pertandingan sepakbola semalem di YouTube.
Namun tak lama kemudian pintu rumah terdengar seperti diketok, benar saja ada tamu siang itu, langsung saja kubukakan pintu, terlihat seorang pria bersama istrinya dan seorang anak kecil yang masih berumur kira kira 2 tahun.
"Permisi mas, maaf ya mengganggu, kami penghuni baru di perumahan ini, ini sebagai perkenalan maaf ada sedikit oleh oleh".
kira kira begitulah ucap pria itu, sambil menyodorkan bingkisan "oh iya mas,mba ga ganggu kok ayo silahkan masuk dulu".
Balasku seraya mempersilahkan mereka masuk kedalam rumahku.
"Ayo mas, mba duduk dulu.
Ini dari A5 ya?" Tanyaku.
"Iya mas kami yang menghuni rumah no A5, kenalkan saya Rio dan ini istri saya mas" balasny sambil mengulurkan tangan kepadaku Akupun berjabat tangan kepada keluarga baru yang sekarang menjadi tetanggaku.
"Saya deka mba, mas dan istri saya Devi, tapi lagi kerja belum balik ini hehehe" "Saya Rindasari mas, biasa dipanggil Ririn, dan anak kami ini bernama Dito" ucap wanita yang tak lain istri tetanggaku ini sambil tersenyum manis.
Pandanganku tak bisa lepas dari mba Ririn ini, tubuhnya sangat aduhai, saat ini dia menggunakan celana jeans dan kaos oblong, satu hal yang tak bisa kupungkiri adalah buah dadanya yang benar benar membuat mata lelaki tidak fokus, besar dan montok sama halnya dengan pantatnya, namun perutnya tetap terlihat langsing, benar benar mirip gitar spanyol ucapku dalam hati, kaosnya yang berbentuk v-neck menambah kesan sexy dari nya,terlihat belahan dadanya mengintip dari dalam.
Singkat cerita tetanggaku ini berpamitan pulang, dari obrolan perkenalan ini dapat kuketahui bahwa mas Rio berprofesi sebagai staff di perusahaan ekspedisi keluar negeri sehingga kerap kali harus ikut dalam beberapa pengiriman barang keluar negeri, sedangkan mba Ririn semula bekerja sebagai public relation dari hotel ternama di Jogja, namun karena anaknya ditinggal pengasuhnya dan belum ada pengganti terpaksa dia resign dan fokus menjadi ibu rumah tangga sekaligus mempunyai usaha penyewaan dress untuk pernikahan.
Umur mas Rio ini lebih tua dariku yaitu 32 tahun sedangkan mba Ririn 30 tahun, lebih tua setahun dari aku.
Setelah mereka pulang aku masih terbayang bayang oleh tubuh mba Ririn, apalagi saat berpamitan pulang dia menunduk untuk menggendong anaknya, tanpa sengaja aku pun melihat dua buah payudara montok yang terbungkus bh merah jambu tepat di depanku, itu benar benar membuat fikiranku tak jernih lagi, untuk menyingkirkan pikiran kotor itu aku pun segera tidur karena hujan sudah mulai turun dengan derasnya.
Sumber:Internet