Gelap

Rindasari Regina 3

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Rindasari Regina 3

. Hari ini hari Jum'at dan aku sudah tidak ada lagi tugas dari kantor, pagi ini aku antar istriku ke bandara, istriku ada tugas dari pekerjaannya untuk bergabung dengan beberapa tenaga medis yang lain untuk ditempatkan di rumah sakit darurat yang dikhususkan untuk mengisolasi bagi yang positif Cv-19, dia ditugaskan 3 hari dan akan kembali pada hari Senin sore.
Sepulang dari mengantar istriku aku bertemu mas Rio tetanggaku di minimarket dekat perumahan, ternyata mas Rio ini harus ke Jakarta, karena ekspedisi tempat dia bekerja telah di tunjuk pemerintah sebagai ekspedisi yang akan menyalurkan vaksin ke beberapa daerah diluar Jawa, dan mas Rio sebagai salah satu penanggung jawab disana, dia pun mengatakan kalo istrinya mungkin akan meminta bantuan kalau diperlukan dirumahnya, karena mas Rio ini mungkin kurang lebih baru akan pulang 2 minggu lamanya, tanpa pikir panjang akupun mengiyakannya.
Aku dan mas Rio ini sudah mulai akrab, sedangkan mba Ririn dan istriku pun juga sudah akrab pula, terlihat beberapa kali para istri kami saling bertukar makanan, meskipun aku yakin itu bukan masakan Devi melainkan dia memesan kepada salah satu temannya yang mempunyai cathering.
Berbeda dengan mba Ririn kuketahui dia hobby dalam memasak itu terlihat beberapa kali dia lewat depan rumah dari berbelanja dengan membawa banyak bahan makanan dan kue.
Saat sampai dirumah, kurebahkan tubuhku di lantai, cuaca hari ini mendung tapi justru membuat sumpek dan panas, kubuka handphone ternyata ada wa dari mas Rio yang meminta tolong kepadaku untuk mengambil paket di pos jaga kompleks, karena security yang bertugas sedang istirahat dan shalat kurir tidak berani menerobos portal kompleks, mba Ririn juga tidak aktif katanya sehingga meminta tolong aku untuk mengambilnya, dan juga memintaku untuk membetulkan AC dirumahnya, paketan itu tak lain ternyata berisi sparepart AC, mas Rio yang tahu kalo aku dulu sekolah STM makanya meminta tolong aku untuk membetulkan sekalian "Wah dikerjain tetangga nih, tapi gapapa lah bisa liat body montok mba Ririn hahaha" batinku dalam hati sambil tertawa sendiri.
Aku langsung kerumah mba Ririn, kuketuk pintunya *Permisi mba Ririn, "Iya mas bentar ya* jawabnya dibalik pintu Pintu pun terbuka nampak mba Ririn memakai celana pendek dan Hoodie hijau *Ada apa ya mas??* Lanjutnya *Ini mba, mas Rio tadi suruh aku masangin orderdil AC, katanya AC nya mati ya?* *Oh iya mas, kayanya ada yg terbakar deh, soalnya sebelum mati kaya ada bau gosong gitu" "Iya mba tadi mas Rio juga bilang gitu sih, yaudah deh aku langsung perbaiki aja ya mba" "Iya mas, nnti kalau mau minum itu dispenser atau ambil dikulkas juga ada kok mas, aku kekamar Dito dulu ya" "Iya mba silahkan" Aku langsung bergegas memperbaiki AC dirumah mba Ririn, harus extra hati hati dalam benerin ini karena aku harus benerin sambil manjat sebuah meja, kulihat mba Ririn dikamar anaknya, pintuny tidak tertutup rapat sehingga aku dapat melihat mba Ririn yang sedang menidurkan anaknya, posisinya yang membelakangi ku memperlihatkan pantatnya yang besar itu tercetak jelas di celana pendek yang dia pakai.
45 menit berlalu akupun mencoba menghidupkan AC itu tapi tak kunjung bisa, dengan hati hati aku memanggil mba Ririn.
"Mba Ririn, mba, bisa minta tolong??" "Iya mas gimana ya??" Terlihat dia bangkit dari posisinya dan membenarkan rambutnya "Mba tolong dong hidupin AC nya pake remote, kok ga hidup ya aku coba" "Iya mas" mba Ririn serambi mencoba menodongkan remote AC ke arah AC "Iya mas gabisa tuh, kenapa ya??" "Coba mba hidupin lampu kok kayanya ada yang aneh ya" Mba Ririn langsung menekan saklar lampu dan hasilnya pun nihil, "Yaampun mas, pemadaman listrik ini" lanjutnya "Waduh pantesan" balasku "Yaudah mas turun aja dulu, minum dulu deh biari aku buatin" Aku pun turun dan mulai merapikan alat alat pertukangan yang berantakan tak selang lama mba Ririn keluar dari dapur membawa dua gelas minuman dingin "Yuk mas diminum dulu" "Iya. mba makasih ya, malah merepotkan ini hehe" "Ya engga lah mas justru aku yang ngrepotin kamu" Kuperhatikan lagi wanita yang merupakan mama muda didepanku ini, terlihat keringat mulai bercucuran di dahi dan lehernya, mungkin karena kepanasan dan yang membuatku heran kenapa dia bertahan memakai Hoodie yang cukup tebal "Mba kepanasan ya??, Itu Lo sampe berkeringat gitu" "Hehe iya nih mas" "Ganti aja Lo mba, masa panas gini pake Hoodie tebel gitu" "Emang gapapa nih mas??" "Ya gapapa lah mba, lha emang kenapa coba wkwkw" "Yaudah deh mas bentar ya" Mba Ririn pun menuju kamarnya.
Aku yang sudah mulai merasa lelah menyalakan sebatang rokokku.
Kurang dari 5 menit mba Ririn kembali menghampiriku, namun yang membuat aku terkesima dan melongo adalah model pakaian yang ia kenakan, mama muda yang satu ini menggunakan celana pendek hitam yang menunjukkan pahanya yang mulus sedangkan atasannya menggunakan tanktop senada dengan celananya dengan belahan dada yang rendah dan ketat, yang lebih menggoda adalah nampak sekali puting toketnya menonjol, ya mba Ririn didepanku ini sedang tidak memakai bh, payudaranya kutaksir berukuran 36d itu tampak bergoyang goyang ketika ia berjalan.
"Mas deka kenapa sih kok melamun??" Tanyanya "Ga kok mba, gapapa hehe" jawabku terbata bata Kami kemudian mengobrol lagi bercerita tentang pekerjaan dan lain lain, yang jelas mba Ririn mempunyai hobby yang sama denganku yaitu tentang kuliner dan memasak.
Namun mataku tak bisa bohong, aku menjelajahi tubuh tetanggaku ini dengan pengelihatanku, ketiaknya mulus, sungguh sangat mulus, lalu aroma tubuhnya pun sangat wangi dan menggoda.
Kuperhatikan lebih jauh lagi ada tahi lalat kecil berada tepat di belahan payudaranya yang terlihat sangat padat itu, kulitnya hitam manis, identik sekali dengan warna kulit wanita Indonesia, pikiranku pun merancau sampai kemana mana, akhirnya aku pun dikagetkan lagi dengan suaranya yang lembut.
"Mas kok ngalamun lagi, mikirin apa sih??" "Engga kok mba engga" "Atau mas punya kerjaan lain ya yang belum selesai??" "Engga mba Ririn, emm yaudah ya mba aku balik dulu ya, mau beberes rumah gantiaan hehe" "Oh gitu ya mas, yaudah deh.. oh iya kalo mas lg ga sempet masak makan disini aja mas, katanya mba Devi lagi tugas juga kan?" "Iya mba tugas keluar kota juga, iya mba makasih nanti kalo kelaperan aku kesini.
Hahaha" "iya mas gapapa, aku masak banyak deh kalo gitu" aku pun berdiri dan berpamitan pulang dan sekali lagi kulihat tubuh indah itu dan aku pun melampiaskan hasrat yang sudah aku tahan sedari tadi dengan sabun di kamar mandi. rumahku.

Sumber:Internet