Gelap

Satu Centang Abu 25

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Satu Centang Abu 25

. Jam makan siang telah lewat beberapa saat yang lalu.
Dengan ditemani Asa, Eryana masih asyik mengulum ice cream rasa melon yang sudah menjadi ice cream ketiganya.
Wanita hamil itu tidak memedulikan kontrakan Asa yang menjadi kotor karena bungkus dan stick nya berserakan di mana-mana.
"Na.
Ini udah ice cream ketiga loh.
Aku nggak mau sampai kamu pilek nanti.
" Ucap Asa memperingati.
Eryana cemberut.
Bibirnya yang belepotan serta pipi tembamnya yang menggembung membuat ia semakin lucu dan menggemaskan.
"Baru juga makan tiga.
Kalau lo mau, lo boleh ambil kok.
Kan pakai uang lo.
" Asa menggeleng cepat.
"Aku udah bosan makan ice cream.
" "Hm, iya iya.
Yang lagi banyak uang.
Terima kasih buat traktiran yang ke sekian kalinya ya.
Maaf, gue udah banyak ngerepotin lo.
" Asa tersenyum kikuk.
Ia tidak bisa memberitahukan jika selama ini Hilman sudah mengiriminya sejumlah uang untuk kebutuhan Eryana selama di kontrakan.
Bahkan lelaki itu juga membolehkan Asa untuk menggunakannya, 'anggap saja sebagai bonus karena kamu sudah menampung istri saya' begitu katanya.
Padahal, gadis berkerudung itu sama sekali tidak mengharapkan imbalan.
Ia hanya melakukan apa yang harusnya dilakukan oleh sesama temannya.
"Huh, senangnya di sini.
Mau beli baju sama sandal, diturutin.
Beli berbungkus-bungkus keju, diturutin.
Dan sekarang, gue beli ice cream sebanyak ini, diturutin juga.
Apalagi ice cream ini kan harganya mahal-mahal.
Paling murah yang tiga puluh ribuan.
Woaah! Lo benar-benar baik banget.
" Eryana terus menyunggingkan senyum lebarnya.
"Eh iya.. uang lo kan udah banyak, Sa.
kenapa lo masih mau tinggal di kontrakan ini.
Apartement di sekitar sini kan banyak.
" Lanjutnya sambil membersihkan stick ice cream dengan lidahnya.
Asa tergagap.
Gimana mau nyewa apatement? Gaji sebagai guru honorer dan guru ngaji saja kadang tidak cukup untuk membayar kontrakannya.
"Eem.. aku-- aku belum kepikiran.
Udah nyaman sama tetangga sekitar.
Kalau di apartement kan susah buat berinteraksi sama tetangga.
Belum lagi harus adaptasi sama lingkungan baru.
" Asa bernapas lega setelah bersusah payah mencari alasan untuk wanita hamil itu.
Eryana hanya mengedikkan bahu tak acuh.
"Kamu nggak pengen kembali ke rumah, Na? Ini udah seminggu loh.
Kalian perlu bicara.
" Bujuk Asa.
Walau bagaimanapun juga, ia merasa tidak enak dengan Hilman yang terus-terusan mengiriminya uang dengan dalih 'bonus' itu.
Eryana mendengus, "Lo ngusir gue? Gue belum pengen pulang.
Toh, Mas Hilman sampai sekarang belum nyariin gue.
" "Ya gimana mau nyari kamu.
Ancaman kamu aja bikin ngeri.
" Asa teringat dengan ancaman Eryana kepada Hilman yang akan bunuh diri jika lelaki itu menemuinya.
"Harusnya Mas Hilman peka dong.
Jelas-jelas gue nggak akan ngelakuin hal bodoh itu.
Ck, emang dasar orang lempeng.
Sekali lempeng ya tetap lempeng.
Nggak bisa berubah, kayak tembok.
" Asa tersenyum geli mendengar cibiran Eryana untuk Hilman.
Nana-nya tidak berubah.
Masih menjadi perempuan yang apa adanya dan ceplas ceplos seperti dulu.
Ddrrt drrtt Asa menatap layar ponsel yang menampilkan nama Rima di sana.
Tanpa pikir panjang, ia langsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum.
Ada apa, Rim?" "..." "Apa?! Oke aku sama Nana ke sana sekarang.
Wassalamualaikum.
" Asa langsung bangkit dari duduknya.
Ia segera memakai kerudung, mengambil tas selempangnya, juga kunci kontrakannya.
Sedangkan Eryana hanya bisa menatap bingung sahabatnya yang nampak kelabakan.
Ia mencekal pergelangan tangan Asa, "ada apa?"
Sumber:Internet